Monday 16 February 2026 - 19:25
Salat Jamaah Pro-Palestina di Sydney Dibubarkan, Polisi Diduga Gunakan Kekerasan

Hawzah/ Para pemimpin Muslim menyatakan kemarahan dan kekecewaan mereka atas tindakan tidak hormat yang dilakukan polisi Sydney terhadap salat berjamaah umat Islam, ketika para demonstran sedang menunaikan salat usai melakukan aksi protes terhadap kunjungan Presiden Israel ke Australia.

Berita Hawzah – Sebuah video yang beredar di media sosial (dibagikan oleh Senator David Shoebridge) memperlihatkan sejumlah pria Muslim yang mengikuti aksi demonstrasi di luar Balai Kota Sydney sedang menunaikan salat berjamaah.

Dalam rekaman tersebut, salah seorang pria yang sedang berada di lokasi terlihat dijatuhkan ke tanah oleh polisi. Pria itu diketahui bernama Shahbaz Jamal. Dalam wawancara, ia mengatakan bahwa para demonstran sengaja memilih lokasi yang jauh dari polisi serta arus lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki sebelum memulai salat, guna menghindari kesalahpahaman. Beberapa orang juga ditugaskan membentuk lingkaran pengamanan di sekitar jamaah. Namun, menurutnya, polisi tetap mendekat dengan sikap mengancam.

Orang-orang yang berada di sekitar jamaah menjelaskan kepada aparat bahwa kegiatan tersebut hanyalah salat berjamaah dan doa bersama. Akan tetapi, menurut kesaksian Jamal, polisi tetap mendorong dan menjatuhkan para jamaah. Ia mengatakan bahwa aparat terlebih dahulu mengancam barisan belakang yang terdiri dari perempuan hingga membuat mereka membubarkan diri, kemudian mendekati barisan pria dan satu per satu mendorong mereka dengan kasar. “Saya tidak pernah menyangka akan melihat perlakuan sekeras ini di Sydney,” ujarnya.

Sementara itu, Human Rights Watch dalam pernyataan yang dirilis Selasa malam menyebut bahwa Pemerintah New South Wales harus menyelidiki dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh polisi serta memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dikenai sanksi atau diproses secara hukum secara tepat.

Sumber: SBS

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha